Jumat, 28 Juni 2013

Cerdas Emosional


    Biasanya anak yang memiliki kecerdasan emosi pada umumnya, akan lebih bisa mengatasi masalahdan lebih tenang, serta lebih mampu mengendalikan dirinya sendiri, tidak usil dengan temannya, dan berani untuk melakukan hal-hal baru.

    Sementara anak yang tidak memiliki kecerdasan emosi justru akan mengakibatkan emosinya tidak stabil dan cenderung meninggi. Hal ini malah berdampak tidak baik pada anak, karena :


  1. Keseimbangan tubuhnya akan tergoncang yang berpengaruh pada emosi anak.
  2. Perilaku anak akan berdampak dengan hal-hal negatif, seperti : mudah marah, iri, dan cemburu.
  3. Emosi anak yang tinggi akan mempengaruhi tingkah laku anak, sehingga anak menjadi pemberontak dan tak terkendali.
    Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang utmbuh dan berkembang menuju ke arah kesempurnaan, seorang anak akan sangat membutuhkan perhatian serta bimbingan yang baik dari orang tuasehingga anak dapat mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin.

     Karakter tiap anak berbeda-beda, untuk itu harus mengembangkan kecerdasan emosional anak. Dan diperlukan metode bimbingan konseling. Baik yang bersifat konseling individual maupun konseling kelompok. Agar dapat menangani masalah dan perilaku mulai dari kegagalan individual, serta belajar untuk merespon secara adatif.

Rahasia Cerdas Emosional


      Manusia adalah satu-satunya spesies yang ada dalam sejarah kehidupan, hadir menjadi makhluk tersempurna.

      Pentingnya mengenal dan mengetahui potensi diri diungkap pula dalam tradisi yunani, bahwasannya kekuatan atau potensi manusia salah satunya adalah kecerdasan, keberanian, kebijaksanaan, merupakan kemampuan yang hanya bisa dicapai apabila manusia mengetahui dirinya sendiri. Dengan demikian, tanpa pengenalan, pemahaman, serta pengembangan yang memadai, penggunaan potensi kecerdasan type tertentu bisa membahayakan hidup manusia itu sendiri. DImana manusia terjebak dalam situasi yang rentan, rapuh dan terancam atau bahkan sama sekali tidak bahagia.Kondisi seperti itulah yang menjadikan seorang manusia dapat menempati dunia yang selalu terbatas. Maka dari itu, potensi yang ada pada dirinya tak lagi menjadi karunia yang bisa membawa manusia pada kehidupan yang makin berkualitas, tapi malah membawanya ke berbagai penderitaan, kepedihan, dan ketidak bahagiaan.

       Kenyataan itu menjadikan manusia dihiperbolikan sebagai makhluk unik yang sepanjang hidupnya hanya dilanda oleh DILEMA yang berkepanjangan yang diakibatkan oleh genetis yang dimilikinya. Dimana ada seorang yang sangat jenius ia memiliki intelektual di atas rata-rata, hidup mapan dengan ekonomi dan harta yang berlimpah. Bisa hidup menjadi lebih ironis dibandingkan dengan seorang yang sama sekali tidak bisa membaca dan menulis.

Pemenang Tak Akan Menyerah


“Pemenang tidak pernah menyerah”. Sebab bila menyerah tidak akan pernah menjadi pemenang. Tidak ada jalan pintas menuju sukses, tetapi percayalah ada jalan TOL atau jalan bebas hambatan. Maka dari itu berusahalah menyingkirkan hambatan tersebut. Sebenarnya hambatan terbesar itu ada pada diri sendiri atau pikiran kita sendiri. Maka dari itu, untuk menjadi seorang pemenang hendaknya kita awali agar menghilangkan hambatan yang ada pada diri sendiri, dan kita harus yakin bahwa kita pasti bisa dan mampu. Setelah itu biarkan kemampuanmu berkembang dengan sendirinya.

Ada 3 tipe manusia dalam menghadapi masalah :

Ø        Quitters yaitu menghindari tantangan, menolak kesempatan,  meninggalkan banyak tawaran.
Ø     Champers yaitu mengerjakan sesuatu secukupnya saja, enggan melakukan upaya lebih, gampang merasa puas.
Ø       Climbers yaitu selalu semangat untuk mencapai yang terbaik, selalu memikirkan segala kemungkinan, berusaha dan berani mencoba hal-hal baru.

    Untuk menjadi climber kita harus ingat bahwa sukses itu tidak instan, ada jatuh bangunnya dalam meraih kesuksessan. Kita harus mampu menghancurkan hambatan -  hambatan yang kita miliki. Kita harus memiliki sikap positif dalam mengahadapi kegagalan. Kita harus fokus kembali ke impian. Selalu bersemangat dan optimis, serta percayalah bahwa Allah selalu memberi jalan pada umatnya yang mau berusaha

Sukses merupakan impian setiap orang. Namun jalan menuju sukses tidak selamanya mulus. Maka dari itu kita  harus berusaha dan optimis bahwa kita bisa mewujudkan mimpi – mimpi kita.



Etiquette and Physical Appearance


Etiquette and physical appearance ini bertujuan untuk membangun citra diri profesional pada diri seseorang. Citra diri merupakan gambaran diri di mata orang lain, yang bertujuan untuk dapat berkerja sama dengan baik antar seseorang.

Citra diri merupakan kesan pertama seseorang terhadap kita, maka dari itu kita harus membangun citra diri yang baik dalam bekerja. Ada konsep 3B yang perlu kita perhatikan dalam membangun citra diri yaitu:

1.    Behavior (perilaku)
               
           Perilaku, yang terdiri dari etika dan etiket. Etika yaitu salah benarnya menurut moral, sedangkan etiket yaitu salah benarnya menurut sopan santun. Contoh etiket adalah etiket pergaulan dalam lingkungan kerja dan dan komunitas.

2.    Brain
       
          Yaitu bagaimana cara kita menjadi insan yang berwawasan. Kita dapat berwawasan dengan cara banyak seperti membaca buku, bertukar pikiran atau diskusi, menghadiri pertemuan bermanfaat. Hal yang merusak citra diri apabila kita berbicara dengan kata-kata yang tidak berbobot atau tidak sopan dan juga tidak nyambung.

3.    Beauty (penampilan baik)

 Penampilan juga mencerminkan kepribadian atau sikap seseorang. Apabila kita bisa berpenampilan dengan baik dan sopan,  maka orang akan menghormati dan menghargai kita

                                        

Making Changes


Making Changes, yakni tujuan perubahan adalah untuk mengoptimalkan potensi diri, mencapai prestasi lebih cepat, mencapai target yang ditetapkan, mengisi kehidupan lebih optimal. Dengan perubahan positif kita dapat menggapai mimpi kita.

Ada beberapa perubahan yang dapat kita rubah, salah satunya adalah sikap kita dalam berjalan. Adapula cara berjalan yang benar yaitu tegak, santai dan berjalan lurus. Mungkin beberapa sebagian orang pertama kalinya mencoba berjalan seperti apa yang di terangkan diatas mungkin masih merasa tidak biasa, tidak nyaman, susah, capek, dan mungkin ribet. Namun harus dicoba dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara berlatih dan terus mencoba. Jika terus dicoba pasti akan terasa nyaman dan terbiasa, maka kita dapat menghancurkan hambatan yang kita miliki, serta melawan rasa malas kita, pasti bisa melakukan itu .

Jadi mengapa orang tidak bisa menggapai mimpinya ? Itu karena dia tidak menyukai dengan adanya perubahan  .Dia merasa enak di daerah comfort zone, takut mengalami kegagalan, tidak menyadari apa yang sedang terjadi,selalu mengeluh , tidak mau mencari jalan keluar dan menutup pikiran. Maka dari itu marilah kita melakukan perubahan dalam hal positif agar kita bisa menggapai mimpi kita ^_^.