Biasanya anak yang memiliki kecerdasan emosi pada umumnya, akan lebih bisa mengatasi masalahdan lebih tenang, serta lebih mampu mengendalikan dirinya sendiri, tidak usil dengan temannya, dan berani untuk melakukan hal-hal baru.
Sementara anak yang tidak memiliki kecerdasan emosi justru akan mengakibatkan emosinya tidak stabil dan cenderung meninggi. Hal ini malah berdampak tidak baik pada anak, karena :
- Keseimbangan tubuhnya akan tergoncang yang berpengaruh pada emosi anak.
- Perilaku anak akan berdampak dengan hal-hal negatif, seperti : mudah marah, iri, dan cemburu.
- Emosi anak yang tinggi akan mempengaruhi tingkah laku anak, sehingga anak menjadi pemberontak dan tak terkendali.
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang utmbuh dan berkembang menuju ke arah kesempurnaan, seorang anak akan sangat membutuhkan perhatian serta bimbingan yang baik dari orang tuasehingga anak dapat mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin.
Karakter tiap anak berbeda-beda, untuk itu harus mengembangkan kecerdasan emosional anak. Dan diperlukan metode bimbingan konseling. Baik yang bersifat konseling individual maupun konseling kelompok. Agar dapat menangani masalah dan perilaku mulai dari kegagalan individual, serta belajar untuk merespon secara adatif.